Minggu, 19 Oktober 2008

Peran kalor



Suatu benda yang diberi kalor terus-menerus tidak selalu akan mengalami kenaikan suhu. Mengapa?

Pemberian kalor seperti pemanasan tidak serta merta menaikan suhu benda. Memang pemanasan dapat menaikan suhu benda, tetapi tidak pada titik lebur atai titik didihnya. Es misalnya jika dipanasi terus akan melebur dan pada saat itu suhunya akan cenderung konsisten. Juga pada saat air mendidih, suhunya tidak akan lebih besar dari 100 derajat celcius (pada tekanan normal).

Rabu, 08 Oktober 2008

CARA KERJA KAPAL SELAM



Di dalam kapal selam terdapat kompresor udara yang fungsinya dapat memanpatkan udara. Ketika mengapung, sebagian besar badan kapal selam diisi udara sehingga secara keseluruhan ρ(massa jenis) kapal lebih kecil dari ρ(massa jenis) air laut dan meyebabkan ia bisa mengapung.

Kemudian jika kapal selam ingin lebih tenggelam, udara tadi dikeluarkan dan air laut disekitarnya dimasukkan sehingga ρ (massa jenis) kapal secara keseluruhan lebih besar dari ρ (massa jenis) air laut. Dan jika kapal selam ingin mengapung lagi maka air laut tadi dikeluarkan dan digantikan dengan udara dari kompresor.


Senin, 06 Oktober 2008

Terik Matahari Mendera Akibat Badai di Filipina


Senin, 29 September 2008 | 16:11 WIB

JAKARTA, SENIN - Terik matahari masih mendera Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, serta wilayah lain di selatan ekuator akibat massa udara tertarik ke wilayah Filipina. Ini disebabkan kemunculan pusaran angin di sebelah barat dan timur Filipina menyusul badai Jangmi yang kini makin bergerak mendekati daratan China.

"Terik matahari masih berlangsung di Jawa dan wilayah-wilayah lain. Bahkan, beberapa wilayah yang diperkirakan memasuki musim hujan awal Oktober bisa mengalami kemunduran satu sampai satu setengah bulan ke depan," kata Ketua Program Studi Meteorologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Armi Susandi, Minggu (28/9).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, di Jakarta suhu tertinggi kemarin 33,2 derajat Celsius, sedikit melampaui rata-rata yang diperkirakan 25 derajat-33 derajat Celsius pada hari itu.

Kepala Subbidang Informasi Meteorologi Publik BMKG Kukuh Ribudianto mengatakan, hingga saat ini belum ada wilayah yang memasuki musim hujan. Kriteria memasuki musim hujan menggunakan ketentuan selama tiga dasarian (30 hari) berturut-turut memiliki rata-rata curah hujan di atas 50 milimeter per dasarian.

"Ketika terjadi hujan rata-rata 50 milimeter dalam satu dasarian, kemudian tidak terjadi lagi pada dasarian berikutnya, penentuan memasuki musim hujan itu gagal," kata Kukuh.

Menurut Kukuh, curah hujan di atas 50 milimeter selama tiga dasarian berturut-turut, termasuk di wilayah Bogor hingga Jakarta bagian selatan yang kerap diterpa hujan, hingga sekarang belum bisa dinyatakan memasuki musim hujan.

Fenomena

Armi Susandi mengatakan, tekanan udara rendah yang disebabkan suhu udara tinggi akibat radiasi matahari membentuk pusaran angin di sebelah barat dan timur Filipina ini menyusul badai Hagupit dan Jangmi yang berada di belahan bumi utara. Posisi matahari sudah ada di belahan Bumi selatan setelah melewati ekuator pada 23 September 2008.

"Fenomena ekstrem seperti ini membutuhkan model baru untuk prakiraan cuaca. Sebab, fenomena ini membuat musim hujan di beberapa wilayah kita mundur," kata Armi.

BMKG kemarin mencatat badai Jangmi masih menimbulkan kecepatan udara sampai 105 knot atau 189 kilometer per jam. Badai ini dalam beberapa hari ke depan diperkirakan meluruh ketika memasuki wilayah daratan China. Kecepatan pusaran angin di sebelah barat dan timur Filipina masih di bawah 34 knot, diperkirakan tidak akan menguat dan membentuk badai tropis lagi.

Kondisi badai inilah yang memengaruhi tingginya terik matahari di Jawa dan beberapa pulau lainnya. Ini akibat massa udara yang membentuk awan dan menghalangi radiasi matahari tertarik ke wilayah Filipina.

"Meski demikian, pemanasan yang terjadi juga menimbulkan penguapan lokal yang membentuk awan. Namun, dampaknya juga membuat makin panas akibat efek rumah kaca," kata Armi.

Kukuh mengatakan, BMKG memiliki program peringatan dini meteorologi atau Meteorology Early Warning System (MEWS), tetapi belum sempurna dengan dilengkapi peralatan Automatic Weather System (AWS) untuk mengetahui seketika data curah hujan yang terjadi ataupun data lain yang menunjang. Di Jakarta, peralatan AWS hanya terpasang di Kelapa Gading, Pulo Mas, dan Manggarai. (NAW)
http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/29/16114646/terik.matahari.mendera.akibat.badai.di.filipina

Selasa, 09 September 2008

Download animasi terbaru

Supaya mempunyai gambaran yang lebih baik anak-anak saya persilahkan untuk download animasi flash berikut ini :

Hujan Asam : Penyebab, Proses dan Penanggulangannya
http://www.4shared.com/file/62412574/4215a9c3/molecules.html

Kondisi molekul zat padat, cair dan gas
http://www.4shared.com/file/61538057/28222c/acid_rain.html





Senin, 14 Juli 2008

Bentuk Tata Surya Lonjong Seperti Telur

NASA
Ilustrasi bentuk tata surya yang tidak bulat seperti bola disimpulkan setelah Voyager 2 tida di batas heliosfer.Kamis, 3 Juli 2008 17:11 WIB
PARIS, KAMIS - Jutaan buku teks yang menggambarkan Tata Surya kita seperti bola mungkin salah besar. Berdasarkan hasil kajian data-data yang dikirimkan wahana antariksa kembar milik NASA menunjukkan bahwa bentuk tata surya kita lonjong, seperti telur, bukan bulat seperti bola.


NASA
Ilustrasi bentuk tata surya yang tidak bulat seperti bola disimpulkan setelah Voyager 2 tida di batas heliosfer.Kamis, 3 Juli 2008 17:11 WIB
PARIS, KAMIS - Jutaan buku teks yang menggambarkan Tata Surya kita seperti bola mungkin salah besar. Berdasarkan hasil kajian data-data yang dikirimkan wahana antariksa kembar milik NASA menunjukkan bahwa bentuk tata surya kita lonjong, seperti telur, bukan bulat seperti bola.

Batas heliosfer yang merupakan daerah terluar tata surya tidak simetris. Heliosfir merupakan daerah yang didominasi angin surya atau partikel yang disemburkan oleh Matahari. Heliosfer merentang di luar orbit Pluto, atau setelah enam miliar kilometer dari Matahari

Di heliosfer terjadi pertemuan antara angin surya dengan angin antarbintang sehingga timbul fenomena yang disebut termination shock. Angin surya yang dimaksud merupakan semburan partikel-partikel bermuatan listrik yang dipancarkan Matahari ke sekitarnya. Kecepatan angin surya yang semula mencapai jutaan kilometer per jam menurun sampai hanya 400.000 kilometer per jam karena terdesak dari luar.

Termination shock inilah yang menandai batas tata surya. Untuk menentukannya, NASA telah mengirimkan dua wahana kembar Voyager 1 dan 2 ke arah berbeda, masing-masing ke utara dan selatan Matahari pada tahun 1977.

Voyager 1 telah melintasi kawasan tersebut pada Desember 2004 saat berada 7,8 miliar mil atau sekitar 12,48 miliar kilometer dari Matahari. Sementara, Voyager 2 baru melintasi kawasan termination shock pada Agustus 2007 di jarak 7 miliar mil dari matahari. Seperti dilaporkan dalam jurnal Nature edisi terbaru, perbedaan ini membuktikan heliosfir tidak bulat sama sekali, melainkan seperti sebutir telur.

"Bayangkan seperti sebuah balon yang ditiup oleh angin surya. Pikirkan bahwa balon tersebut awalnya bulat lalu Anda menekannya ke tembok. Bentuknya akan rata pada salah satu sisinya," tutur Edward Stone dari California Institute of Technology, salah satu ilmuwan yang terlibat dalam riset tersebut. Ia mengatakan itulah yang terjadi pada heliosfer.

Penelitian mengenai batas tata surya masih akan terus berlanjut. Sudah 30 tahun lebih kedua wahana bekerja, namun masih aktif mengirimkan data sampai sekarang. Wahana yang meluncur dengan kecepatan lebih dari 17.000 kilometer per detik dengan tenaga nuklir itu sekarang menjadi tumpuan utama pengamatan atas batas terjauh tata surya.

"Saya kira5-7 tahun lagi mereka sudah berada di luar tata surya," ujar Stone. Apalagi Voyager 1 masih dalam kondisi sangat baik untuk melaju dan mengirimkan data-data rekamannya.


WAH
Sumber : Antara

www.kompas.com
Blog ini ditujukan bagi siapa saja yang ingin belajar Fisika tingkat menengah pertama dengan smart karena sekarang bukan waktunya lagi untuk belajar dengan hanya mengandalkan guru. Melalui blog ini SMART LEARNER dapat belajar, tanya jawab, dan mendownload bahan ajar maupun bank soal. Blog ini juga dapat dimanfaatkan oleh orang tua siswa untuk mengakses bahan ajar. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

 

Jadi Anggota Blog Ini!

KOMPAS.com - Sains

Materi pelajaran di bawah dapat di-view dan juga dapat di download langsung ke komputer Anda