WASHINGTON, RABU — NASA kini sedang mempersiapkan peluncuran pesawat antariksa Kepler, dengan teleskop antariksa baru yang untuk pertama kalinya akan mampu mendeteksi berbagai planet seperti Bumi di luar tata surya.
Kepler dijadwalkan akan diluncurkan dengan roket Delta II dari Pangkalan AU Tanjung Canaveral, di Florida, pada 5 Meret pukul 10:48 waktu setempat atau 6 Maret pukul 10:48 WIB.
Misi tersebut merupakan misi pertama Badan Antariksa dan Aeronautika (NASA) AS dalam pencarian planet-planet yang mengorbit berbagai matahari sama seperti matahari kita, pada jarak dan temperatur yang tepat sehingga memungkinkan adanya air yang mendukung kehidupan.
Rabu, 4 Maret 2009 | 08:13 WIB
WASHINGTON, RABU — NASA kini sedang mempersiapkan peluncuran pesawat antariksa Kepler, dengan teleskop antariksa baru yang untuk pertama kalinya akan mampu mendeteksi berbagai planet seperti Bumi di luar tata surya.
Kepler dijadwalkan akan diluncurkan dengan roket Delta II dari Pangkalan AU Tanjung Canaveral, di Florida, pada 5 Meret pukul 10:48 waktu setempat atau 6 Maret pukul 10:48 WIB.
Misi tersebut merupakan misi pertama Badan Antariksa dan Aeronautika (NASA) AS dalam pencarian planet-planet yang mengorbit berbagai matahari sama seperti matahari kita, pada jarak dan temperatur yang tepat sehingga memungkinkan adanya air yang mendukung kehidupan.
"Kepler akan merintis jalan menuju tapal batas tak dikenal pada galaksi kita, Bima Sakti, dan berbagai penemuannya boleh jadi akan mengubah secara mendasar pandangan manusia atas galaksi tersebut," kata direktur astrofisika pada badan antariksa itu di kantor pusatnya Washington, Jon Morse, dalam jumpa persnya, seperti dilaporkan AFP, Rabu (4/3).
"Sensus keplanetan Kepler akan menjadi penting sekali bagi pemahaman banyaknya planet seperti Bumi pada galaksi kita dan perencanaan misi-misi yang akan mendeteksi secara langsung dan mengenali ciri-ciri dunia-dunia seperti ini di sekitar bintang-bintang di dekatnya," imbuhnya.
Dilengkapi dengan kamera terbesar yang pernah diluncurkan ke antariksa, yang dikenal sebagai charged couple devices (CCD) 95 megapiksel, teleskop Kepler mampu mendeteksi bintang-bintang yang berkedip secara berkala akibat tertutup planet-planet saat benda langit itu melintas di dekat bintang-bintang tersebut.
Dengan biaya hampir 600 juta dollar AS, misi Kepler akan berlangsung selama tiga tahun dan meneliti lebih dari 100.000 bintang seperti matahari di kawasan konstelasi Angsa dan Lira di galaksi Bima Sakti.
Tak terlalu panas dan juga dingin
Menurut William Borucki, penyelidik utama Kepler yang berkedudukan di Pusat Riset Ames, NASA, di California, proyek itu akan menemukan tempat-tempat dengan kondisi sempurna untuk mendukung kehidupan. "Apa yang menarik perhatian dalam penemuan kami adalah planet-planet itu tak terlalu panas dan tak terlalu dingin. Suhunya cukup memadai," katanya. "Kami akan mencari planet-planet dengan suhu yang betul-betul memadai bagi adanya air cair di permukaan planet."
Teleskop itu, yang siap memelototi sebuah tempat di langit dalam seluruh misinya, mampu melihat bintang-bintang yang kedipannya dipengaruhi planet-planet.
"Planet-planet seperti Bumi di kawasan yang dapat dihuni secara teoritis akan memerlukan waktu setahun untuk mengorbit. Jadi, rentang kehidupan tiga tahun Kepler akan memungkinkan proyek itu untuk memastikan kehadiran sebuah planet dengan mengamati dampaknya yang tak kentara atas bintang-bintang yang diedarinya," kata NASA dalam sebuah pernyataannya.
"Jika kami menemukan banyak planet, ia tentu saja mengandung arti bahwa kehidupan boleh jadi sesuatu yang lazim di seluruh galaksi kita, dan ada peluang bagi kehidupan untuk memiliki tempat berkembang," kata Boeucki.
"Jika planet tak ditemukan atau hanya sedikit ditemukan, itu boleh jadi menegaskan bahwa planet-planet yang dapat didiami seperti Bumi sangat jarang dan Bumi kemungkinan satu-satunya pos terdepan bagi kehidupan," katanya.
ONO
Sumber : Antara
http://sains.kompas.com/read/xml/2009/03/04/0813380/misi.pertama.pencarian.planet.seperti.bumi
Read More...
Peluang Bisnis
Kamis, 05 Maret 2009
Misi Pertama Pencarian Planet seperti Bumi
Diposkan oleh
Yohanes Denny
di
19:03
1 komentar
Senin, 19 Januari 2009
(LAGI-LAGI) MENARIK MINAT SISWA BELAJAR FISIKA
Saya sangat bersyukur dapat mengambil bagian dalam MGMP Fisika BPK PENABUR hari Jumat 16 Januari yang lalu. Meskipun saya harus meninggalkan banyak kegiatan penting lainnya namun saya juga mendapatkan banyak hal yang berharga.
Selain saling membagi pengalaman, teman dan senior saya (yang tidak pernah pelit ilmu), Bapak Indra Gunawan telah membeli satu produk animasi fisika untuk teman-teman guru MGMP fisika. Nyatanya setelah diaplikasikan ke sekolah anak-anak cukup betah belajar. Selain visualisasinya yang prima program juga cukup interaktif. Di atas saya sudah menampilkan screen shot-nya. Namun saya tidak dapat membagi softwarenya pada blog ini dikarenakan hak cipta.
Read More...
Diposkan oleh
Yohanes Denny
di
16:08
0
komentar
Rabu, 07 Januari 2009
KEMAMPUAN YANG DIUJI PADA UN IPA (FISIKA) SMP 2009
Berikut ini adalah kompetensi-kompetensi yang wajib kamu siapin untuk dapat "menang" atas ujian IPA tahun 2009 ini:
1. Menentukan besaran fisika dan satuannya yang sesuai. Pastikan kamu dapat memorize semua satuan SI-nya
2. Membaca alat ukur. Biasanya jangka sorong, milimeter sekrup, stopwatch dan neraca.
3. menentukan salah satu variabel dari rumus massa jenis. baik massa jenis, massa maupun volum.
4. Menjelaskan pengaruh suhu dan pemuaian dalam kehidupan sehari-hari
5. Menentukan salah satu variabel dari rumus kalor (kalor, massa, kalor jenis, suhu / perubahan suhu)
6. Membedakan jenis gerak lurus (GLB dan GLBB)dan mengidentifikasi terjadinya gerak tersebut dalam kehidupan sehari-hari
7. Menentukan salah satu variabel pada rumus tekanan (tekanan, gaya,luas), persiapkan dirimu juga untuk rumus tekanan hidrostatis
8. Menyebutkan perubahan energi yang terjadi pada suatu alat dalam kehidupan sehari-hari
9. Menentukan besaran fisika pada usaha dan energi
10. Mengidentifikasi jenis-jenis pesawat sederhana serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
11. Menentukan salah satu besaran fisika pada getaran dan gelombang
12. Menjelaskan ciri, sifat dan pemanfaatan bunyi (Pelajari mencari kedalaman air laut dengan menggunakan gelombang bunyi.
13. Menentukan berbagai besaran fisika jika benda diletakkan di depan cermin atau lensa
14. menentukan besaran-besaran pada alat optik dan penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari
15. Menjelaskan terjadinya gejala listrik statis serta menentukan jenis muatan
16. Menentukan besaran fisika pada berbagai bentuk rangkaian listrik
17. Menentukan besarnya energi dan daya listrik dalam kehidupan sehari-hari
18. menjelaskan cara pembuatan magnet beserta kutub-kutub msgnrt ysng dihasilkannya
19. menjelaskan karakteristik benda-benda langit dalam tata surya
20. Menjelaskan keterkaitan pasang naik dan pasang surut dengan posisi bulan
Selamat Belajar
Read More...
Diposkan oleh
Yohanes Denny
di
19:41
0
komentar
Minggu, 09 November 2008
MEMAHAMI MASSA JENIS

Beberapa hari yang lalu ketika saya berdiskusi secara santai dengan beberapa siswa SMP dari lingkungan rumah, saya menemukan fakta yang unik. Mereka bilang mencari massa jenis itu mudah tinggal menggunakan rumus massa jenis = massa benda : volume benda. Tapi ketika saya bilang: Saya mempunyai semeter balok kayu bermassa 1 kg sepanjang 1 meter. Kayu tersebut saya potong menjadi 3 bagian. 50 cm. 30 cm dan 20 cm. Mana yang massa jenisnya paling besar? Jawabannya mengejutkan!
Mereka dengan kompak menjawab bahwa kayu terpanjang memiliki massa jenis terbesar.
Saya pikir konsep menenai massa jenis ternyata perlu diluruskan. Mereka kerap menganggap massa adalah massa jenis.
Massa jenis merupakan salah satu sifat intensif benda, artinya tidak bergantung ukuran. yang saya maksud di sini adalah untuk jenis yang sama massa jenis benda besarnya sama (sebenernya tidak tetap tetapi sedikit terpengaruh oleh suhu).
Density of water
Temp (°C) Density (g/cm3)
100 0.9584
80 0.9718
60 0.9832
40 0.9922
30 0.9956502
25 0.9970479
22 0.9977735
20 0.9982071
15 0.9991026
10 0.9997026
4 0.9999720
0 0.9998395
−10 0.998117
−20 0.993547
−30 0.983854
The density of water in grams per cubic centimeter
at various temperatures in degrees Celsius[5]
The values below 0 °C refer to supercooled wate
Massa jenis 1 gram besi tetap lebih besar dari massa jenis 5 ton kapas. Adapun massa jenis 1 gram besi = massa jenis 1 ton besi.
Soal saya tadi harusnya dapat dijawab dengan mudah. Potongan massa kayu yang besar akan dibagi dengan volume yang besar sehingga hasil bagi massa tiap potongan dengan volume tiap potongan akan bernilai sama.
Read More...
Diposkan oleh
Yohanes Denny
di
19:59
0
komentar
Minggu, 19 Oktober 2008
Peran kalor

Suatu benda yang diberi kalor terus-menerus tidak selalu akan mengalami kenaikan suhu. Mengapa?
Pemberian kalor seperti pemanasan tidak serta merta menaikan suhu benda. Memang pemanasan dapat menaikan suhu benda, tetapi tidak pada titik lebur atai titik didihnya. Es misalnya jika dipanasi terus akan melebur dan pada saat itu suhunya akan cenderung konsisten. Juga pada saat air mendidih, suhunya tidak akan lebih besar dari 100 derajat celcius (pada tekanan normal).
Read More...
Diposkan oleh
Yohanes Denny
di
19:00
0
komentar
